Minggu, 22 November 2015

Budidaya Cabe Rawit

Sebagai salah satu sentra produksi sayuran di kawasan Bukit Tinggi, Kecamatan Banu Hampu Sungai Puar, Kab. Agam Sumatera Barat, penanaman cabe rawit di sana tergolong jarang dibudidayakan. Jangankan intensif, pembudidayaan secara tradisional oleh petani setempat pun termasuk langka. Kalaupun ada, biasanya petani menanamnya dalam skala kecil dan umumnya mereka menanam cabe rawit di sekitar pekarangan rumahnya sehingga lebih digolongkan sebagai tanaman warung hidup.

Kurang intensifnya pembudidayaan cabe rawit di kalangan petani sayuran di daerah tersebut tidak terlepas dari kurangnya informasi yang lengkap mengenai komoditas ini. Meskipun tidak se-bombastis cabe besar maupun cabe kriting, namun melihat dari kecendrungan permintaan yang meningkat dan dibarengi dengan kenyataan bahwa harganya bisa 2 kali lipat harga cabe biasa, peluang pembudidayaan intensif cabe rawit cukup menjanjikan. Informasi mengenai harga dan peluang inilah yang belum banyak diketahui oleh petani sayuran umumnya. Mungkin para petani Banuhampu belum mengetahui bahwa permintaan pasar akan cabe rawit di bukit tinggi cukup besar. Bahkan menurut informasi yang didapatkan, di cabe rawit dapat ditampung berapapun jumlahnya oleh pedagang pengumpul baik itu di Pasar Padang Luar, pedagang baso, maupun di Padang Panjang Kabupaten Tanah Datar. Perlu diketahui pula bahwa cabe rawit ternyata tidak hanya dikonsumsi masyrakat Sumatra Barat saja , bahkan ada yang sampai dijual ke Propinsi Riau. Dan juga ada yang diekspor ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bila dibandingkan dengan cabe besar atau cabe kriting, pembudidayaan cabe rawit malah relatif lebih mudah. Selain itu keuntungan lainnya adalah masa panen lebih panjang sehingga buahnya dapat dipanen hingga umur minimal 1 tahun bahkan ada varietas yang lebih lama lagi. Terdorong oleh kenyataan tersebut maka penulis merasa terketuk hati dan ingin membagi pengalaman dalam membudidayakan cabe rawit yang pengelolaannya seperti hobby namun cukup menjanjikan ini.

Cabe rawit dapat ditanam di lahan mana saja seperti lahan sawah, tegalan, dan tempat yang terlindungi oleh pepohonan sekalipun asalkan pesyaratan tumbuhnya terpenuhi. Penulis memang tidak membudidayakan secara besar-besaran seperti halnya petani sayuran lain yang membudidayakan cabe biasa, melainkan “hanya” menggunakan lahan produktif yang ada yaitu sekitar 1000 populasi (batang) saja. Populasi ini lebih sedikit dibandingkan beberapa waktu lalu yang hingga mencapai 4000 populasi. Meskipun hanya berkisar 1000 batang, penggunaan mulsa plastik hitam perak (HP) merupakan sesuatu yang penting. Sebagai perbandingan, untuk populasi 4000 batang, kami menggunakan kurang lebih 40 Kg mulsa plastik ukuran standar.

Pilih Benih
Budidaya Cabe Rawit diawali dengan pemilihan benih. Pemilihan benih merupakan langkah awal yang sangat penting. Karena bila kita memilihi benih yang tidak baik, tentu saja hasilnya pun tidak baik pula. Bibit atau benih cabe harus sudah tersedia terlebih dahulu sebelum kita mulai mengerjakan lahan. Benih cabe rawit dapat diperoleh dari toko pertanian setempat baik berupa varietas lokal, OP maupun hibrida. Pemilihan benih lokal, OP maupun hibrida tergantung pada petani itu sendiri. Namun akan lebih bagus dan lebih prima hasilnya bila kita menggunakan benih hibrida atau OP yang unggul yang ada dipasaran. Mengapa? Pengalaman telah menunjukkan bahwa hasil produksi benih hibrida atau veritas OP yang unggul jauh lebih baik dibandingkan varietas lokal. Tidak hanya dari hasil saja, keunggulan cabe rawit unggul dan hibrida dapat dilihat dari vigor, kesaragaman tanaman serta ketahanannya terhadap penyakit yang menunjukkan hasil yang lebih baik. Untuk jenis OP, kita dapat memilih benih cabe rawit seperti varietas Cakra Hijau atau juga Cakra Putih. Khusus untuk Cakra Hijau, dari penga-laman yang pernah kami dapat menun-jukkan bahwa cabe rawit ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, lebih tahan dari gangguan hama dan penyakit, serta dapat dipanen pada umur 80 – 90 hari setelah tanam. Pertimbangan pemilihan varietas Cakra Hijau juga dipengaruhi oleh cukup banyaknya peminat cabe rawit ini baik dari propinsi Riau maupun negara tetangga karena pedasnya yang luar biasa. Saat ini harga jual cabe rawit tersebut (Bulan Januari 2003-red) mencapai Rp. 15.000,-/Kg. Bahkan bisa lebih dari itu.

Persemaian
Benih cabe yang kita pilih disemaikan seperti halnya cabe besar. Kami melakukan penyemaian dengan menaburkan benih-benih tersebut di atas tanah yang telah dibuat bedengan dengan rapi, dan berderet. Untuk pembibitan digunakan bumbungan yang dibuat dari kertas pembungkus nasi. Karena masa tumbuh cabe rawit lebih lama dari cabe merah biasa, maka sebelum benih ditabur benih sebaiknya direndam terlebih dahulu kira-kira satu hingga dua hari untuk kemudian diperam (dikecambahkan) dengan membungkusnya dengan kain yanag sudah dibasahi dengan air.

Setelah tumbuh radikula (calon akar), barulah benih ditaburkan ke lahan yang telah disiapkan sebelumnya. Agar bibit cabe tidak berhimpitan yang diakibatkan daunnya yang melebar, maka saat penebaran disarankan tidak berdekatan antara benih yang satu dengan yang lain. Untuk itulah penggunaan polybag baik dari plastik, daun pisang maupun yang lainnya sangat dianjurkan. Setelah benih berumur kurang lebih satu hingga satu setengah bulan, yang dicirikan dengan munculnya 4 daun sempurna tanaman cabe, bibit kemudian dipindahtanamkan ke lahan penanaman.

Penanaman
Jarak tanam antara tanaman sebaiknya digunakan 60 – 70 cm dengan jarak antar bedengan 75 cm. Penggunaan jarak yang terlalu rapat akan menyebabkan pertumbuhan tanaman cabe satu sama lain akan berhimpitan, apalagi tanaman cabe rawit memiliki struktur kanopi yang lebih lebar. Tanaman cabe rawit tidak perlu dilakukan perempelan (pembuangan tunas-tunas). Hal ini karena tunas tersebut akan menjadi calon ranting maupun cabang, Semakin banyak cabang atau rantingnya maka semakin baik, karena batang/cabang merupakan tempat tumbuhnya bunga dan buah sehingga semakin banyak pula buah cabai yang akan kita peroleh.

Pemupukan
Peranan pupuk kandang sangat dominan dalam budidaya cabe rawit ini. Pupuk kandang dapat menggunakan kotoran ayam ras.buras, itik, sapi, atau kerbau. Pupuk kandang yang kami gunakan kotoran ayam yang sudah kering adalah sekitar 500 – 700 gram /tanaman. Jadi, untuk populasi 1000 tanaman, menghabiskan pupuk kandang kurang lebih 500 – 700 Kg. Selain menggunakan pupuk organik, pemberian pupuk buatan sangat perlu untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Adapun pupuk buatan yang digunakan pada budidaya cabe rawit adalah urea dengan pupuk NPK Grand-S 15 perbandingan 2 : 1. Dosis pupuk yang digunakan kurang lebih 75 – 80 gram per tanaman. Pupuk kandang diberikan sebagai pupuk dasar yang ditaburkan di bagian kiri dan kanan bedengan. Sedangkan pupuk buatan ditaburkan di bagian tengah bedengan. Setelah penebaran pupuk selesai, bedengan kemudian ditimbun kembali dengan tanah yang diambil dari bagian samping bedengan hingga tertutup dengan ketebalan 2 – 3 cm. Sebagai pengganti Grand - S 15 , dapat juga digunakan pupuk tanigro ditambah Grand-K. Bedengan yang telah ditaburi pupuk kemudain ditutup dengan mulsa HP, dibiarkan kira-kira dua hingga tiga hari untuk kemudian bibit cabai ditempatkan pada setiap lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya. Pertumbuhan cabe rawit akan tampak baik penampilan maupun vigornya pada umur 10 – 15 hst terlebih bila menggunakan bumbungan saat pembibitan.

Hama dan penyakit yang seringkali menyerang cabe rawit adalah ulat daun, kutu daun serta penyakit bercak daun. Pengendalian HPT pada tanaman cabe rawit relatif lebih ringan dibandingkan cabe besar. Untuk mengendalikan serangan ulat, dapat digunakan insektisida biologis seperti Turex WP, sedangkan untuk mengendalikan kutu daun dan thrips dapat digunakan insektisida Winder 25WP atau Winder 100EC. Sedangkan pengedalian penyakit seperti bercak daun dapat dikendalikan dengan Kocide 54WDG atau Victory 80WP. Pemakaian pestisida tersebut dapat dicampur sesuai dosis anjuran yang ada.

Setelah tanaman berumur kira-kira 80 – 90 hari, buah cabe sudah dapat dipetik. Karena varietas cakra hijau ini buahnya kecil dengan warna hijau yang mirip daun, maka pemanenan harus ekstra hati-hati sehingga jangan sampai ada yang luput dari pemetikan (pemanenan). Berdasarkan pengalaman, cabe rawit dapat dipanen minimal 15 kali bahkan bisa sampai 18 kali. Tergantung situasi dan kondisi tanah, vareitas serta lingkungan yang menunjang. Penggunaan ulang pupuk yang sama dengan dosis setengahnya dari dosis awal ditenggarai dapat memperpanjang masa panen cabe rawit 2 – 3 kali lagi.

Cukup Menguntungkan
Berdasarkan perhitungan sederhana yang dilakukan sebagai analisis usaha tani, data berikut dapat memberikan seidkit gambaran bagaimana keuntungan yang bisa diraih dari budidaya cabe rawit ini. Misalnya biaya setiap batang cabe rawit dihargai Rp. 400,- dengan hasil panen rata-rata 6 ons per tanaman. Dengan jumlah tanaman kira-kira 2000 batang, maka kita akan mendapatkan pemasukan : 0,6 Kg (600 gram) x 2000 tanaman x Rp. 15.000,- (harga cabe rawit /Kg) = Rp. 18.000.000,-. Padahal biaya produksinya hanya Rp. 400 x 2000 tanaman = Rp. 800.000,-. Berarti kita mendapat keuntungan sebesar Rp 18.000.000 – Rp. 800.000,- = Rp. 17.200.000,-. Melihat hasil seperti ini maka tidaklah salah bila dikatakan cabe rawit itu kecil buahnya, pedas rasanya namun pedas juga harga jualnya. Selamat Mencoba.

Minggu, 11 Oktober 2015

MONYET DAN KURA- KURA DI WADUK LADONGI

        Pada suatu hari hiduplah sepasang sahabat yaitu monyet dan kura-kura,keduanya bermaksud untuk memetik mangga dikebun karena memang lagi musim mangga." Hai kura-kura mari kita pergi petik mangga dibendungan dekat kebunnya pak La Bongkoloko,waktu itu belum ditimbun seperti sekarang karena pembuatan waduk dan masih banyak ditumbuhi pohon mangga yang berbuah lebat.
        "Biar nanti aku yang panjat sedangkan kau cukup memunggut saja dibawah kata monyet, o iyo baiklah kalau begitu jawab kura-kura. Singkat cerita akhirnya keduanya pergi memetik mangga tidak lupa mereka membawa kerangjang yang besar untuk menyimpan mangga hasil petikannya.
       Setibanya mereka ditempat mangga tampa berpikir panjang lagi monyet langsung memanjat pohon mangga. "Oh ternyata mangganya sudah banyak yang masak lalu monyet mulai memetik dan lasung memakannya tampa memperdulikan kura-kura yang menunggu dibawah. Monyet terus memetik satu persatu dan hanya menjatuhkan bijinya saja. Sementara kura-kura dibawah tidak diberikan satupun mangga yang masak. Hai monyet kasikan pi juga yang masak masak ko makan sendiri kata kura-kura. Tunggu pi dahulu sa ada lagi makan! kata monyet. Nanti pi sa kenyang dulu baru sa kasiko sisanya. Ato komakan pi dahulu bijinya masih bisa jiko jilat-jilat, masih ada rasa manis-manisnya kok,kikiki..... jawab monyet dari atas pohon sambil mentertawakan si kura-kura, nanti pi ko manjat sendiri baru komakan juga banyak-banyak kikiki....sampai kanpan juga ko bisa manjat sambung monyet lagi dan terus menghina kura-kura.
       Betapa sakit hatinya kura-kura dalam hatinya dan timbul keinginan untuk membalas perbuatan monyat.Ahkirnya kenyang juga monyet makan mangga yang masak sedangkan kura-kura belum merasaka manisnya mangga macam yang lagi ranun. iyo ko monyet nanti juga pembalasan lebih kejam dari perbuatan kata kura-kura dalam hati.
      Karena sudah berasa kenyang dan tidak satupun mangga masak yang tersisa mulai monyet menggoncang pohon mangga dengan sekuat-kuatnya sambil melompat kesana-kemari di atas pohon.Tidak terasa banyak sekali mangga yang jatuh tapi semuanya masih mentah akhirnya kura-kura memunggut dengan cepat lalu memasukan kedalam keranjang hingga penuh.Lalu diam-diam kura-kura masuk kedakam keranjang bersembunyi disela-sela mangga didalam keranjang dan tidak tampak sedikitpun dari luar.
         Tidak lama kemudian menyet baru menyadari mangga diatas pohon sudah hampir habis,lalu dia bertanya..." kura-kura sudah penuh keranjangmu!! tapi tidak ada jawaban lalu monyet mengulangi lagi pertanyaanya namun tetap saja tidak ada jawaban, akhinya dianpun turun.Apa yang terjadi ternyata kura-kura tidak ada dibawah hanya ada mangga dalam keranjang yang sudah terisi penuh dan sisanya yang masih berserakan dibawah dan tidak muat lagi dalam keranjang.
         Monyet berusaha mencari kura-kura sambil memanggil-manggil "Hai monyet dimanako apa ko sudah dimakan monyetkah eh maksudku dimakan seta`kah!! iih takuuut tidak ada yang goya`-goya disini barangkali ko sudah di maka seta. Akhirnya monyet pergi meninggalkan pohon mangga karena hari sudah semakin gelap dengan menjunjung keranjang yang berisi mangga sendirian. Setibanya dirumah monyet menyimpan mangga tinggi di atas loteng dengan alasan tidak ada yang meminta atau mengambil mangganya jika masak nanti.
         Tiga hari kemudian mangganya masak dan monyet yang sudah keluar dari dalam keranjang menikmati sendiri mangga yang masak. Semuanya dimakan kecuali kulit dan bijinya sampai-sampai dia sakit perut dan berak encer ditempat alias mencret,sehingga mencretnya meluber hingga kebawah dan meleleh pada dinding rumahnya. Kura-kura sendiri sudah tidak bisa jalan dia demam akibat kebanyakan makan mangga.
         Akhirnya monyet pulang dari jalan-jalan karena ingat dengan mangganya, setibanya dirumah rumah betapa kagetnya dia bau mangga sangat menyengat bahkan airnya sampai menetes dari atas loteng dan juga mengenai dinding. Saking rakusnya monyet dia berteriak kegirangan dan lalu berkata" aha aku akan makan mangga sendirian biar setetespun airnya  ta`kan kubiarkan lewat serta merta menjilati dinding basah yang perkiraanya air buah mangga yang kelewat masak.Dalam hatinya dia berkata kok mangga ini terasa agak pahit dan busuk-busuk sedikit seperta bau tai!.He barangkali karena kelewat masak saja katanya lagi serta merta bergegas keatas untuk melihat aslinya.
        Betapa kagetnya dia setiba diatas menemukan kura-kura yang sudah di perkirakan mati dimakan setan ternyata ada di samping keranjang sambil merintih kesakitan.Lalu monyet bertanya kenapo ko ada disini monyet ko lagi bikin apa,ini monyet asli ato hantunya katanya lagi karena penasaran.'
         "Aduuuuuh aku sakit perut kacian karena kebanyakan makan mangga sampai ta` bera-bera kasian tolongpi kocarikan sa obat di apotik resky dekat pasar ladongi!!. Apa katamu! jadi yang mencret sampai meluber kebawah ini kamu to!. "Iyo kasian jawab kura-kura.
     Tidaaaaaaaaak!!!! monyet berteriak sampai-sampai telinganya keluar asap karena tidak menyangka air warna kuning yang dia jilat ternyata mencretnya si kura-kura."Pokono sekarang ko harus ambil mangga lagi  dan kau yang manjat kata monyet."Tapi aku masih sakit tidak bisa ka`manjat jawab kura-kura.Pokono tidak ada istilah ko harus manjat kata monyet sambil menahan amarah,
            Karena ancaman dan amarah kura-kura  yang tidak terima mangganya di habiskan dan bahkan dia sudah melakukan tindakan yang memalikan yaitu menjilat mencretnya kura-kura akhirnya akhirnya si kura-kura bersedia untuk manjat mangga lagi.Tapi bagaimana caranya aku jalan kata kura-kura sementara aku masih sakit perut!. Yo nantipi sa yang dengek ko kata monyet karena sudah tidak sabaran ingin cepat-cepat membalas perbuatan kura-kura, dan segera menggendong monyet kebendungan tempat mangga.
          Setibanya di pohon mangga monyet menyuruh kura-kura segera memanjat pohon sambil berkata, ayo kura-kura panjat pohonya turunkan semua dan jangan ada lagi yang ko sisakan !." Tapi sa tidak bisa manjat belum pernah ka`manjat nanti sa jatuh kasian jawab kura-kura mencari-cari lasan.Dengan terpaksa monyet membantu kura-kura memanjat dengan cara menggendongnya keatas lalu turun kembali untuk memunggut hasinya.
            Kura-kura tidak serta - merta memetik dan menjatuhkan mangga tapi dia juga makan yang masak dulu lalu menjatuhkan bijinya. " Hai kura-kura awas jangan ko makan, capat jatuhkan teriak monyet dari bawah, satuji kune sa makan, sedankan ko sendiri makan banyak sa tidak marah jawab kura-kura.Karena masih sakit kura-kura tidak kuat menggoncang pohon mangga sehingga yang jatuhpun sedikit ditambah lagi memang buahnya sudah kurang. Sementara dibawah monyet memunggut mangga sambil berpikir akan segera melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakunkan kura-kura. Setelah dirasa cukup banyak monyet juga masuk bersembunnyi didalam keranjang diantara tumpukan mangga,tapi sayang badannya tidak benar-benar sembunyi basih sebagian pantatnya kelihatan karena keranjang tidak penuh selain tubuh monyet lebih besar dari kura-kura.
           Kura-kura juga pura-pura bertanya dari atas "hai monyet sudah penuhkah!! tapi tidak ada sahutan,diapun turun.Setibanya dibawah dia menahan tawanya melihat monyet bersembunyi dalam keranjang masih kelihatan kabuli-bulino dalam hatinya dia berkata bodonya ini la kera kikiki....sambil tertawa karena geli ,lalu diapun berteriak-teriak pura-pura memangil." Oooo monyet dimanako apa dimakan seta, kaloko dimakan setan biarmi jawabnya sendiri.Betapa sakit hatinya monyet mendengar kata kura-kura tapi dia diam saja. Kura-kura jongkok disamping keranjang pura-pura berpikir bagai mana caranya membawa pulang akhirnya timbul idenya untuk mempermainkan monyet dulu dengan cara meghitung mangganya dengan menusuk-nusuk dengan ranting,satu,dua,tiga empat lima dan pada hitungan kelima dia tidak lupa juga menusuk pantat monyet, he e e mangga apa ini dia goyang-goyang seperti kabuli bulino ayam kata kura-kura sambil terus menghitung sesekali tidak lupa menusuk pantatnya monyet dan lagi berkata ini kok ada mangga aneh dua kecil-kecil ada tangkainya berbulu,sebenarnya monyet marah sekali dipermainkan seperti itu, namun dia terpaksa diam saja karena tidak mau ketahuan.
            "Aduuuuh sa tidah bisa pikul sendirian lebih baik sa tarik saja kata kura-kura serta mengikat keranjang dengan rotan lalu menariknya,Kura-kura menarik keranjang ke jalan yang bergelombang agar terjadi benturan,jalan yang berbatu-batu dan juga tanah yang becek sehingga muka monyet yang ada di bagian bawah menjadi sangat kotor bahkan bonyok tertumbuk batu, dapat di bayangkan bagaimana perasaan monyet,"ah sa mau bawa dikali dulu mau cuci ini mangga kotor sekali katanya lagi dan monyet semakin was-was apa lagi yang mau dilakukan kura-kura.Setibanya dikali monyet lalu mencelupkan keranjang kedalam air agak lama-lama segingga monyet tidak kuat lagi menahan napas akhirnya bersin- bersin," he mangga apa pula ini kok bisa bersin kata kura-kura sambil menahan tawanya dalam hati dan diapuni memperhati dua mangga aneh yang bentuknya berbeda dengan yang lain he ini ada mangga kecil-kecil dua warnanya agak abu-abu kikiki kura-kura tidak kuat lagi menahan tawannya melihat barang milik monyet yang dikatakan mangga kecil.Setelah puas mengerjain monyat manggapun diangkat dan diletakan dipinggir kali sambil mencari-cari ide permainan apa lagi yang dilakukan."Aha supaya tidak dicuri orang sa isikan semut merah alias semut rang-rang diatasnya kalo ada orang mendekat biar digigit katanya,betapa kagetnya monyet membayangkan kabuli - bulino yang kelihatan pastilah akan digigit semut yang terkenal ganas itu. Setelah diisi semut keranjang  bukan lagi goyang tapi sudah bergoncang bagaikan terkena gempa namun monyet masih coba bertahan daripada melompat keluar menanggung malu. Puas dengan itu kura-kurapun masih ingin memberikan pelajaran lain kepada monyet yang selama ini memang sangat rakus dan dan licik selalu membodohi kura-kura.
           Akhirnya kura-kura menemukan satu ide lagi untuk memberi pelajaran kepada monyet yaitu dengan cara menaikan keranjang diatas para-para pemanggangan kopra milik petani lalu mengasapi dari bawah,betapa perih rasa matanya monyet. Kalau direndam diladam air dan digigit semut merah masih bisa ditahan sekaliput pantatnya yang digigit ,tapi ini sudah tidak ampun lagi dansudah tidak bisa ditahan lagi sekalipun harus menanggung malu terpaksa monyet keluar dari dalam keranjang dan melompat kebawah.Namun sial dia terjatuh tepat diatas kotoran sapi yang sengaja dipasang oleh kura-kura yang sudah memperkirakan kali ini monyet pasti tidak akan bertahan.
           Hey.....dari manako monyet balepotan begitu badan penuh kotoran sapi,kaukah ini atau rohmu karena satauku na ko sudah dimakan setan! kata monyet pura-pura tidak tahu keberadaan monyet.Tai ngongomu na kotauji sa tinggal didalam keranjang,na ko sengaja rendam ka`ko isi pantatku semut merah nagigit ka buli-buluku sekarang ko asapi`ka lagi luar biasa kejamu kura-kura. Tidak kasin itu sa rendam maksudnya biar bersih,diisi semut maksudnya biar tidak ada yang curi sedangkan diasap maksudnya biar cepat masak gitu loh..!!.Ah alasanmu ji itu la lura-kura na sa tau kodendam dengan saya awas memangna kata monyet sambil mengancam lalu pergi kekali untuk mandi karena badannya bau penuh tai sapi.Kura- kura sudak tidak tahan lagi untuk tertawa sepeninggalan monyet kura-kura tertawa terpingkal-pingkal sampai sakit perut.
download
"telah diceritakan di kelas 8a smpn 1 ladongi"
Tunggu kelanjutan cerita ini pada lain kesempatan
Oleh GN MANAHAN